Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan

Lenovo IdeaCentre A600

Diposting oleh alundra | 20.40 | | 0 komentar »

Pertama melihat, kami langsung terpukau dengan desain Lenovo IdeaCentre A600 ini. Jika kebanyakan PC AIO memiliki bentuk mirip monitor LCD, IdeaCentre A600 menambah lengkungan ke belakang di sisi bawah. Lengkungan ini tidak cuma untuk gaya-gayaan, namun juga memiliki fungsional. Sisi samping lengkungan ditempati DVD Writer, sementara sisi belakang untuk menyembunyikan semua port dan ruang untuk menempatkan keyboard pada saat tak digunakan.

Namun tanpa disangka-sangka, bentuk cantik tersebut ternyata memiliki cacat desain. Jika layar monitor berukuran 21,5 inci tersebut ditengadahkan atau ditundukkan, jari tangan bisa terjepit di sisi bawah atau kaki-kakinya. Lenovo sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menempatkan stiker peringatan “Watch Your Hand” di kaki-kaki tersebut, namun mengingat area tersebut mudah dijangkau, cacat desain tersebut agak mengkhawatirkan.

Di luar faktor jepit-jepitan tersebut, tidak ada cacat desain lagi di IdeaCentre A600 ini. Bahkan boleh dibilang Lenovo merancang IdeaCentre dengan sangat cermat, karena seluruh port yang ditempatkan di sisi samping atau belakang yang gampang diakses. Alhasil, tidak butuh banyak usaha untuk memasang kabel ethernet, USB, dan kabel antena televisi.

Bicara antena, perangkat seharga US$ 1299 ini memang dilengkapi dengan fasilitas TV Tuner. Enaknya, penggunaan TV Tuner bisa fleksibel karena mendukung siaran TV analog maupun digital. Selain TV Tuner, tersedia fasilitas WiFi, Bluetooth, card reader, webcam, jaringan Ethernet, FireWire, dan USB (6 buah). Unit yang kami terima juga menggunakan keyboard dan mouse nirkabel berbasis Bluetooth dan remote control, jadi pendek kata IdeaCentre A600 menawarkan fasilitas yang super komplit.

Namun penggunaan mouse nirkabel tersebut tidaklah senyaman yang kami harapkan. Selain berat, mouse tersebut tidak bisa spontan langsung digunakan. Ketika didiamkan lalu digunakan lagi, mouse butuh waktu 3-4 detik untuk dapat menggerakkan, yang cukup menyebalkan bagi kami yang termasuk orang tidak sabaran. Untungnya IdeaCentre A600 memiliki media input lain yaitu touchpad mirip seperti di notebook yang ditempatkan di sisi kanan keyboard.

IdeaCentre A600 dilengkapi dengan berbagai peranti lunak. Peranti Healthcare dari Lenovo cocok untuk keluarga. Peranti ini menggunakan kamera web untuk menilai kondisi cahaya ruangan. Kemudian, secara otomatis Healthcare mengatur tingkat kecerahan layar. Peranti ini pun memberikan peringatan kalau pengguna terlalu dekat dengan layar.

Peranti lain yang patut dicatat adalah peranti pengenal wajah. Hanya orang yang wajahnya dikenali yang boleh menggunakan komputer. Orang yang wajahnya tak dikenali tak bisa menggunakan komputer, tapi mereka bisa meninggalkan pesan video tanpa harus login. IdeaCentre pun dilengkapi dengan OneKey Recovery Software untuk mengembalikan keadaan komputer ke kondisi tertentu atau ke pengaturan pabrik.

Performa Lenovo IdeaCentre A600 juga dapat diandalkan untuk berbagai keperluan. Jika kami bandingkan dengan Dell Studio Hybrid yang menggunakan prosesor Intel Core 2Duo T8100 (2,1GHz), performa IdeaCentre A600 terlihat sedikit lebih baik. Apalagi berbekal kartu grafis ATI Radeon HD3650 256MB, perangkat ini mencapai skor 1987 di 3DMark 2006, yang berarti bisa menjalankan game-game kelas menengah.

***

Dengan desain cantik dan fasilitas komplit, Lenovo IdeaCentre A600 adalah representasi ideal PC AIO: semua ada, apapun bisa. Apalagi, harganya yang sekitar US$ 1299 tergolong kompetitif. Beberapa kelemahan sedikit mengurangi pesonanya, namun ini tidak mengurangi ketertarikan kami terhadap PC All-in-One ini.

Hasil Pengujian

Untuk mengetahui performanya, kami membandingkan Lenovo IdeaCentre A600 dengan Dell Studio Hybrid yang merupakan PC desktop yang menggunakan prosesor Intel Core 2 Duo T8100 (2,1 GHz) dan kartu grafis onboard Intel X3100 358MB. Hasilnya, Lenovo berhasil unggul di semua sesi pengujian.

Pengujian

Lenovo IdeaCentre A600

Dell Studio Hybrid

Sysmark 2007

-

107

PCMark Vantage

3170

2800

3DMark 2006

1987

1785

Cinebench

4482

4306

Encoding Video

16 menit 53 detik

17 menit 37 detik

Encoding Audio

2 menit 9 detik

2 menit 15 menit

Spesifikasi Lenovo IdeaCentre A600

Prosesor

Intel Core 2 Duo T6600 (2,2GHz, L2 cache 2MB, FSB 533 MHz)

RAM

2GB DDR2-1066

Chipset

Intel GM45

Kartu Grafis

Ati Radeon HD3650 256MB

Harddisk

WDC 640GB

Optical drive

Optiarc DVD Writer

Fasilitas

WiFi, Bluetooth, TV Tuner (digital dan analog), card reader, Ethernet, webcam

Layar

21,5 inci, 1920x1080 pixel

Kartu suara

Realtek ALC272

Sistem Operasi

Windows Vista Home Premium

Dimensi

Bobot

Garansi

1 tahun

Situs Web

www.lenovo.com

Harga kisaran*

US$ 1299

Plus: Full-HD, desain menarik, peranti lunak lengkap.

Minus: Respons awal mouse lambat, ada kemungkinan tangan terluka di area yang mudah terjangkau.

sumber : tabloidpcplus.com

WinFast PalmTop TV Plus

Diposting oleh alundra | 20.22 | | 0 komentar »


Lengkap dengan PIP: Meski bukan varian teratas, USB TV box dari Leadtek ini menawarkan feature yang melimpah. Di antaranya adalah Picture-in-Picture (PIP) dan fungsi De-interlace. Fasilitas Live Broadcast-nya memudahkan Anda untuk “berbagi” siaran televisi dalam jaringan. Produk ini men-support format streaming WMV dan WMA. Jika tidak punya ba­nyak waktu, Anda bisa memanfaatkan fasilitas scheduled-recording dan channel surfing.

Secara fisik, produk ini tidak terbilang ramping, tetapi juga tidak terlalu besar. Antena yang diberikan berbentuk kabel panjang. Saat dicoba, proses scanning-nya berjalan cukup cepat dan akurat. Kualitas penerimaan gambar dan suara juga memuaskan. Menu-nya mudah dipahami dan cepat dikuasai, baik di layar maupun lewat remote. Skin-nya bisa diganti jika Anda kurang suka default-nya.

Kesimpulan TV sudah menjadi bagian dari mobile living. Produk ini menjadi salah satu bukti pendukung.

sumber : chip.co.id

Acer Aspire Predator

Diposting oleh alundra | 20.28 | | 0 komentar »


Hanya beberapa minggu setelah film transformer 2 dimainkan di bioskop, Acer telah mengumumkan revisi terbaru dari Aspire G Desktop. Produk tersebut adalah a.k.a Predator. Dan seperti yang diketahui, di awal kemunculannya di Amerika Serikat pada tahun yang lalu, pada dasarnya telah menuai banyak permasalahan selama peluncurannya di sana. Hal inilah yang membuat pihak Acer lebih serius dalam mempersiapkan produknya kali ini. Dan pihak Acer menegaskan kalau produknya kali ini terdapat spesifikasi yang lebih baik dibanding produk sejenis sebelumnya.

Untuk keberadaan CPU-nya sendiri, kini telah didukung oleh processor Intel Core i7 950 3,06 GHz terbaru, RAM DDR3 hingga 12GB, HDD1TB dan Blu-ray reader. Sepasang kartu grafis NVIDIA GeForce GTS 250 yang bisa menjaga resolusi piksel yang memalaui port DVI-D, dan dual Gigabit Ethernet yang ditawarkan untuk mengakses konseksi jaringan.

Mengenai tampilan chasingnya, tampaknya tidak banyak mengalami banyak perubahan. Dan warna orange tetap mendominasi tampilan chasingnya. Ini merupakan salah satu hasil rancangan Lamborghini production yang terkenal itu sehingga menambah nuansa tersediri pada penampilannya kali ini. Di pasaran, produk ini dibandrol seharga 2700 USD atau sekitar 27 juta rupiah. Ini tentunya jauh lebih murah dibanding produk Murciekago LP 670-4 Superveloce.

Sumber : beritateknologi.com